Merajut Sinergi demi Senyum Ibu dan Bayi di Kota Santri
![]() |
| Merajut Sinergi demi Senyum Ibu dan Bayi di Kota Santri. Foto: Dok. Dinkes Pandeglang. |
PANDEGLANG XYZ – Suasana di Ballroom Srizky Hotel, Pandeglang, tampak lebih hangat dari biasanya. Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang menggelar Rapat pada Kamis (4/6/2026).
Puluhan tenaga kesehatan, perwakilan puskesmas, serta pemangku kepentingan lintas sektor duduk bersama, membedah satu misi kemanusiaan yang krusial: menyelamatkan nyawa ibu melahirkan dan bayi yang baru menghirup udara dunia.
Pertemuan bertajuk Rapat Evaluasi Penurunan Kematian Ibu dan Bayi ini menjadi penanda penting bahwa Kabupaten Pandeglang tidak sedang main-main dalam membenahi kualitas pelayanan kesehatan bagi ibu, bayi, dan balita.
Melalui tema besar “Peningkatan Pelayanan Kesehatan Bayi dan Balita”, forum ini menegaskan komitmen kolektif untuk memutus rantai fatalitas medis pada kelompok paling rentan
Saat membuka acara secara resmi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang, Hj. Eniyati, SKM., M.Kes., menyampaikan sebuah pesan mendalam
“Upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan saja, melainkan membutuhkan dukungan dan sinergi dari berbagai pihak,” tegas Eniyati di hadapan para peserta.
Bagi Eniyati, intervensi dini pada fase bayi dan balita adalah investasi jangka panjang. Langkah strategis ini bukan sekadar urusan medis, melainkan pondasi utama untuk melahirkan generasi masa depan Pandeglang yang sehat, sekaligus menekan risiko fatalitas anak sejak dini.
Jika menengok ke belakang, perjuangan intensif ini sebetulnya telah digenjot secara masif sejak periode tahun 2025.
Kala itu, melalui program penguatan kapasitas petugas di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Rujukan Lanjutan (FKRTL), fondasi pelayanan klinis bagi ibu hamil dan menyusui mulai diperketat.
Kerja keras tersebut membuahkan pencapaian nyata yang patut diapresiasi. Dari yang semula melonjak hingga 195 kasus pada tahun 2024, grafik berhasil dipaksa turun menjadi 138 kasus pada akhir periode 2025.
Meski penurunan ini diakui terjadi bertahap, Dinkes Pandeglang menilai capaian ini sebagai modal penting yang membuktikan bahwa integrasi program di lapangan berjalan di trek yang benar
Tantangan Berliku di Depan Mata
Kendati angka statistik menunjukkan perbaikan, lembaran evaluasi di Srizky Hotel tetap menyisakan catatan kritis mengenai tantangan berat ke depan yang wajib diselesaikan.
Geografis dan Aksesibilitas: Pandeglang memiliki wilayah pedesaan dan perbukitan yang luas, membuat pemerataan kecepatan respons rujukan darurat masih menghadapi kendala jarak.
Edukasi Masyarakat: Mengubah paradigma keluarga agar proaktif memeriksakan kehamilan minimal 6 kali ke fasilitas medis resmi, bukan sekadar mengandalkan penanganan tradisional, juga memerlukan edukasi yang konstan.
Optimalisasi Lintas Sektor:
Memastikan sektor non-kesehatan (seperti infrastruktur jalan, ketersediaan air bersih, hingga pemenuhan gizi keluarga) bergerak serempak demi mendukung keselamatan ibu-anak.
Menatap Masa Depan
Melalui forum evaluasi ini, seluruh puskesmas di Kabupaten Pandeglang kini memegang peta jalan yang sama.
Dinkes Pandeglang berharap komitmen bersama ini melahirkan strategi penanganan yang jauh lebih cepat, tepat, dan terintegrasi.
Sebab pada akhirnya, setiap satu angka penurunan kematian yang berhasil dicapai di atas kertas, berarti ada satu nyawa ibu yang terselamatkan dan satu masa depan bayi yang terjaga untuk membangun Pandeglang di masa depan. (***)

Posting Komentar untuk "Merajut Sinergi demi Senyum Ibu dan Bayi di Kota Santri"