Tak Kunjung Dapat Bantuan, Warga Karang Tanjung Bongkar Rumah Tak Layak Huni di Hari Kemerdekaan
| Warga Kampung Heas, RT 06/RW 02, Kelurahan Pagadungan, Kecamatan Karang Tanjung, Kabupaten Pandeglang, membongkar rumah tidak layak huni tepat di hari perayaan kemerdekaan. |
PANDEGLANG XYZ
Semangat gotong royong menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kampung Heas, RT 06/RW 02, Kelurahan Pagadungan, Kecamatan Karang Tanjung, Kabupaten Pandeglang, Senin (17/8/2026).
Alih-alih menggelar perayaan semata, warga memilih mengisi momentum kemerdekaan dengan membantu Muhidin, warga setempat yang tinggal bersama tiga anaknya di rumah dalam kondisi tidak layak huni.
Sejak pagi, warga bergotong royong membongkar bagian rumah yang rusak untuk kemudian diperbaiki secara swadaya. Kondisi bangunan yang ditempati keluarga Muhidin dinilai sudah membutuhkan penanganan segera.
Sejumlah bagian rumah sebelumnya masih menggunakan bilik dan tambalan triplek. Kondisi tersebut membuat warga tergerak untuk turun tangan agar keluarga Muhidin dapat memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan layak.
Dengan peralatan seadanya, warga bahu-membahu membongkar bagian bangunan yang sudah rusak. Pekerjaan dilakukan secara bersama-sama sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi keluarga yang membutuhkan.
Bantuan Rumah Tak Kunjung Terealisasi
Ketua RW 02, Tubagus Wahyudi, mengatakan aksi perbaikan rumah dilakukan secara swadaya karena bantuan yang sebelumnya diharapkan belum juga terealisasi.
Menurut Wahyudi, pihaknya telah berupaya mengajukan bantuan perbaikan rumah Muhidin kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Namun, hingga warga mulai melakukan pembongkaran, bantuan tersebut belum diterima.
“Lagi dan lagi swadaya, mana ini program pemerintah,” ujar Tubagus Wahyudi.
Wahyudi menuturkan, kondisi rumah yang semakin memprihatinkan membuat warga tidak ingin terus menunggu. Masyarakat akhirnya sepakat mengambil langkah bersama untuk membongkar bagian rumah yang rusak dan memulai proses perbaikan.
Bagi warga, langkah tersebut juga menjadi bentuk solidaritas terhadap keluarga Muhidin yang selama ini hidup dalam keterbatasan ekonomi.
Gotong Royong di Tengah Perayaan Kemerdekaan
Aksi warga Kampung Heas memiliki makna tersendiri karena berlangsung tepat pada 17 Agustus 2026, saat masyarakat Indonesia memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Ketika berbagai daerah menggelar perlombaan dan kegiatan perayaan kemerdekaan, warga Kampung Heas justru memilih memperingatinya dengan membantu sesama.
Semangat kemerdekaan bagi warga tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui kepedulian sosial, kebersamaan dan budaya gotong royong.
Warga berharap perbaikan rumah Muhidin dapat segera dituntaskan sehingga hunian tersebut menjadi lebih layak dan aman bagi Muhidin serta ketiga anaknya.
Warga Berharap Ada Perhatian Pemerintah
Meski masyarakat telah bergerak secara swadaya, warga berharap pemerintah dan lembaga terkait tetap memberikan perhatian terhadap kondisi rumah tersebut.
Mereka menilai perbaikan rumah secara gotong royong merupakan solusi sementara. Untuk menyelesaikan pembangunan hingga benar-benar layak huni, masih dibutuhkan dukungan dan bantuan dari pihak terkait.
Aksi warga Kampung Heas sekaligus menunjukkan bahwa budaya gotong royong masih hidup di tengah masyarakat. Namun, warga berharap persoalan rumah tidak layak huni di Pandeglang, khususnya bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi, tidak selamanya harus ditangani melalui swadaya.
Masyarakat menanti program pemerintah yang dapat benar-benar menjangkau warga membutuhkan, termasuk keluarga yang tinggal di rumah dengan kondisi tidak layak huni. [03/Red]
Posting Komentar untuk "Tak Kunjung Dapat Bantuan, Warga Karang Tanjung Bongkar Rumah Tak Layak Huni di Hari Kemerdekaan"