Di Tengah Sepinya Lapangan Kerja di Pandeglang, Yoni Bertahan dari Susu Kambing Sapera
![]() |
| Di Tengah Sepinya Lapangan Kerja di Pandeglang, Yoni Bertahan dari Susu Kambing Sapera |
Pandeglang XYZ - Keterbatasan lapangan pekerjaan masih menjadi persoalan nyata di Kabupaten Pandeglang.
Hingga kini, daerah ini belum memiliki kawasan industri besar yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah signifikan. Kondisi tersebut mendorong banyak warga memilih jalur usaha mandiri untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Salah satunya dilakukan Yoni, warga Kampung Cipacung 2, Kelurahan Saruni, Kecamatan Majasari. Di lingkungan yang jauh dari aktivitas pabrik dan perkantoran, ia justru membangun sumber penghidupan dari kandang ternak di halaman rumahnya.
Sejak siang hari, suara kambing bersahutan memecah keheningan kampung. Dua kandang berdiri sederhana, satu berada di samping rumah, satu lagi tepat di bagian depan.
Kandang samping diisi domba Garut bertubuh besar, sementara kandang depan menjadi tempat kambing Sapera yang menjadi andalan produksi susu.
Sore itu, Yoni tampak sibuk menyiapkan pakan hijauan. Tangannya cekatan membagi dedaunan, sementara kambing-kambingnya saling berebut. Aktivitas itu menjadi rutinitas harian yang ia jalani dengan konsisten, sekaligus menjadi sumber utama penghasilan keluarganya.
Lima tahun lalu, Yoni hanya memelihara domba Garut. Seiring bertambahnya jumlah ternak, ia mulai menghadapi kendala kurangnya induk penghasil ASI untuk anak domba.
Dari persoalan itulah muncul gagasan untuk mendatangkan kambing perah.
Ia kemudian membeli dua ekor kambing Sapera yang saat itu tengah bunting.
“Awalnya cuma untuk membantu kebutuhan ASI anak domba,” ujar Yoni saat ditemui, Senin 26 Januari 2026.
Tanpa disangka, keputusan tersebut justru membuka peluang baru. Kedua kambing Sapera itu melahirkan dan berkembang biak dengan cepat. Produksi susu pun meningkat, melebihi kebutuhan internal ternak.
Susu kambing Sapera yang dihasilkan awalnya hanya dimanfaatkan dan dijual secara terbatas kepada tetangga sekitar. Namun, kualitas susu segar yang dihasilkan membuat permintaan terus bertambah.
Pembeli kini datang tidak hanya dari lingkungan sekitar, tetapi juga dari wilayah Kota Pandeglang. Permintaan yang relatif stabil membuat Yoni semakin serius mengembangkan ternak Sapera.
Menurutnya, pilihan pada jenis Sapera didasarkan pada produktivitas.
“Kalau Sapera, produksi susunya lebih banyak,” katanya.
Saat ini, Yoni memelihara 22 ekor kambing Sapera serta sekitar 40 ekor domba Garut. Dalam menjalankan usahanya, ia menggandeng pemilik modal dengan sistem bagi hasil, sehingga pengelolaan ternak dapat berjalan berkelanjutan.
Skema tersebut dinilai menguntungkan kedua belah pihak. Yoni dapat fokus pada perawatan dan produksi, sementara pemodal memperoleh keuntungan dari hasil ternak.
Usaha peternakan ini juga mulai mendapat perhatian berbagai pihak. Beberapa bulan lalu, Dinas Peternakan Provinsi Banten sempat menggelar kegiatan di lokasi kandangnya. Kunjungan dari instansi tingkat kabupaten hingga UPT pun kerap dilakukan.
Di tengah terbatasnya peluang kerja akibat belum berkembangnya sektor industri di Pandeglang, apa yang dilakukan Yoni menjadi gambaran ketangguhan ekonomi masyarakat.
Dari kandang sederhana dan kerja yang konsisten, ia membuktikan bahwa peluang tetap bisa diciptakan, meski jauh dari kawasan industri. [*]

Posting Komentar untuk "Di Tengah Sepinya Lapangan Kerja di Pandeglang, Yoni Bertahan dari Susu Kambing Sapera"