Curanmor Kian Berani: Dekat Polsek Pun Tak Lagi Jadi Penghalang
Detik -detik pelaku Curanmor beraksi yang terekam CCTV di Klinik Bougenville Ciekek pada Minggu (31/5/2026).
Pertanyaannya, apa yang sebenarnya sedang terjadi? Mengapa kasus curanmor seolah semakin marak dan para pelaku semakin berani? Apakah tekanan ekonomi menjadi salah satu faktor pendorong, atau justru ada persoalan lain yang lebih mendasar seperti lemahnya efek jera dan pengawasan keamanan?
Fakta terbaru terjadi di Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang. Sepeda motor milik seorang petugas keamanan di Klinik Bougenville Ciekek raib digondol maling pada Minggu (31/5/2026) dini hari. Ironisnya, lokasi kejadian berada tidak jauh dari Polsek Pandeglang.
Kedekatan dengan kantor kepolisian ternyata tidak membuat pelaku mengurungkan niatnya. Sebaliknya, rekaman kamera pengawas (CCTV) menunjukkan dua orang pelaku beraksi dengan tenang dan terorganisir. Satu orang bertugas mengawasi situasi sekitar, sementara rekannya mengeksekusi pencurian sepeda motor Honda Beat Deluxe milik korban.
Korban, Muchni, yang sehari-hari bertugas sebagai petugas keamanan klinik tersebut, mengaku pencurian terjadi saat dirinya beristirahat sejenak karena sakit kepala.
“Saya sedang berada di dalam dan sempat tertidur sebentar untuk beristirahat karena sakit kepala. Dari rekaman CCTV terlihat pelakunya ada dua orang,” ujarnya.
Menurut Muchni, aksi pencurian diperkirakan terjadi sekitar pukul 04.08 WIB. Saat itu ia belum menyadari motornya telah hilang. Namun ketika memeriksa area parkir beberapa waktu kemudian, kendaraan tersebut sudah tidak berada di tempat.
“Sekitar jam enam lewat saya lihat motor sudah tidak ada di parkiran. Padahal lokasinya dekat Polsek, tetapi pelaku masih berani beraksi,” katanya.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus curanmor yang belakangan sering terjadi di berbagai daerah. Keberanian pelaku yang tetap beraksi meski berada dekat fasilitas publik dan kantor aparat penegak hukum menimbulkan pertanyaan serius mengenai efektivitas pencegahan kejahatan serta rasa aman yang dirasakan masyarakat.
Hingga kini, penyebab meningkatnya kasus curanmor tentu tidak bisa disimpulkan hanya dari satu faktor. Mengaitkannya secara langsung dengan kondisi ekonomi atau nilai tukar rupiah tanpa data yang valid justru berpotensi menyesatkan.
Namun yang jelas, maraknya curanmor menunjukkan adanya persoalan yang perlu mendapat perhatian lebih dari aparat keamanan dan pemerintah daerah.
Korban telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pandeglang dan berharap pelaku segera ditangkap.
“Saya sudah membuat laporan ke Polsek Pandeglang. Mudah-mudahan kasus ini cepat terungkap dan pelakunya segera tertangkap,” ujarnya.
Bagi masyarakat, kasus ini menjadi pengingat bahwa ancaman pencurian kendaraan bermotor masih nyata dan dapat terjadi kapan saja. Sementara bagi aparat, setiap kejadian curanmor yang berulang bukan sekadar angka kriminalitas, melainkan ujian terhadap kemampuan negara menghadirkan rasa aman bagi warganya. [07/Red]

Posting Komentar untuk "Curanmor Kian Berani: Dekat Polsek Pun Tak Lagi Jadi Penghalang"