Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Istighosah HUT ke-152, Bupati Pandeglang Tekankan Doa sebagai Ikhtiar Batin Pembangunan

Istighosah dalam rangka Hari Jadi ke-152, di Pendopo Pandeglang, Kamis (2/4/2026) malam.
PANDEGLANG XYZ - Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani menegaskan bahwa kegiatan istighosah tidak semata seremoni keagamaan, melainkan bagian dari “ikhtiar batin” untuk mendorong kemajuan daerah. 

Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri istighosah dalam rangka Hari Jadi ke-152 Kabupaten Pandeglang di Pendopo Pandeglang, Kamis (2/4/2026) malam.

“Malam ini kita merasa bahagia karena para ulama turut mendoakan kemajuan Pandeglang pada momentum hari jadi ini,” ujar Bupati.

Dewi sendiri mengakui, kemajuan daerah tidak dapat hanya bertumpu pada pemerintah daerah, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk ulama, tokoh masyarakat, dan generasi muda.

Ia juga berharap istighosah membawa keberkahan dan kemudahan dalam setiap proses pembangunan, dengan target mewujudkan Pandeglang yang maju, religius, dan sejahtera.

Di sisi lain, dalam tausiyahnya, K.H. Budi Muhibin mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan. Ia menilai perbedaan bukan sumber konflik, melainkan potensi untuk saling melengkapi dalam kehidupan bermasyarakat.

“Perbedaan adalah anugerah yang harus dirawat untuk memperkuat ukhuwah,” ujarnya, seraya mengajak masyarakat meningkatkan keimanan dan ketakwaan sebagai fondasi pembangunan.

Acara istighosah tersebut dihadiri unsur Forkopimda, Wakil Bupati Iing Andri, Sekretaris Daerah Asep Rahmat, jajaran organisasi perangkat daerah, tokoh agama, serta masyarakat umum.

Meski berlangsung khidmat, momentum ini juga menjadi pengingat bahwa tantangan pembangunan Pandeglang ke depan tidak cukup dijawab dengan simbolik religius semata, tetapi menuntut kebijakan yang terukur, transparan, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. [*/Red]

Posting Komentar untuk "Istighosah HUT ke-152, Bupati Pandeglang Tekankan Doa sebagai Ikhtiar Batin Pembangunan"