Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hari Pers Nasional 2026 di Pandeglang: Saat 250 Warga Kabayan Merasakan Kepedulian Nyata

Hari Pers Nasional 2026 di Pandeglang: Saat 250 Warga Kabayan Merasakan Kepedulian Nyata. 

Pandeglang XYZ - Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pandeglang tak lagi terasa seperti kantor organisasi profesi. 

Sejak matahari belum sepenuhnya tinggi, Selasa 10/2/2026 halaman bangunan itu telah dipenuhi warga yang datang perlahan, sebagian berjalan kaki, sebagian lain berboncengan, membawa harapan sederhana di wajah mereka.

Hari itu, sekretariat PWI menjelma menjadi ruang pertemuan antara kepedulian dan kebutuhan hidup.

Berdasarkan pendataan panitia, sebanyak 250 warga dari Kelurahan Kabayan dan sekitarnya tercatat hadir mengikuti kegiatan sosial yang digelar dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026.

Antrean mengular sejak pagi, namun suasana tetap tertib. Relawan tampak sigap mengatur alur keluar-masuk warga, memastikan semua berjalan lancar. Tak ada dorong-dorongan, tak ada suara keras yang terdengar justru sapaan pelan dan obrolan ringan antarwarga yang saling mengenal.

Sebanyak 250 warga dari Kelurahan Kabayan dan sekitarnya mengikuti kegiatan sosial yang digelar dalam rangka peringatan HPN 2026.

Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Arta Graha Peduli dan PWI Pandeglang, bagian dari rangkaian HPN 2026 di mana Provinsi Banten didapuk sebagai tuan rumah. 

Di tengah berbagai agenda peringatan HPN, kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata peran pers yang hadir langsung di tengah masyarakat.

Manajer Lapangan Arta Graha Peduli, David Graditia, menjelaskan bahwa kegiatan ini memang dirancang untuk menjangkau warga di sekitar lokasi, agar manfaatnya bisa dirasakan secara langsung.

“Kami ingin kegiatan ini sederhana, tertib, dan tepat sasaran. Dengan dukungan PWI Pandeglang, alhamdulillah semuanya berjalan sesuai rencana,” kata David.

Menurutnya, momentum Hari Pers Nasional menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat nilai kepedulian sosial, sejalan dengan peran pers yang selama ini dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Pers bukan hanya menyampaikan informasi, tapi juga memiliki kedekatan dengan realitas sosial. Nilai itu yang ingin kami jaga dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Dari pihak PWI, kegiatan tersebut disambut sebagai bagian dari refleksi HPN. Penasihat PWI Pandeglang, Yanadi, menilai bahwa peringatan Hari Pers Nasional seharusnya tidak berhenti pada seremoni, melainkan diwujudkan melalui kegiatan yang memberi dampak langsung.

“HPN adalah momentum untuk mengingat kembali bahwa pers tumbuh bersama masyarakat. Ketika pers bisa hadir dan memberi manfaat, di situlah makna HPN terasa,” tutur Yanadi.

Di tengah ratusan warga yang mengantre, Nurlaila berdiri sambil menggenggam bantuan yang baru diterimanya. Janda dengan empat anak itu mengaku bantuan tersebut sangat berarti bagi keluarganya.

“Bagi kami yang penghasilannya tidak menentu, bantuan seperti ini sangat membantu. Setidaknya bisa meringankan kebutuhan sehari-hari,” ucapnya singkat.

Menjelang siang, satu per satu warga meninggalkan lokasi. Halaman sekretariat PWI Pandeglang kembali lengang, namun pagi itu meninggalkan jejak yang sulit dilupakan bahwa sebuah kantor wartawan bisa berubah menjadi ruang empati, meski hanya dalam hitungan jam. <*>


Posting Komentar untuk "Hari Pers Nasional 2026 di Pandeglang: Saat 250 Warga Kabayan Merasakan Kepedulian Nyata"